Launching Lab Komputer Berbasis Linux di LKPM Mujahidin, Surabaya
September 1, 2007 oleh tossprojects
Setelah team TOSS menggarap selama kurang lebih dua minggu, akhirnya berhasil mengimplementasikan penggunaan linux di laboratorium komputer milik SMP Mujahidin Surabaya.
Projects yang dimotori oleh Anas Fawzie (CAK ANAS) ini menggunakan edubuntu sebagai distro linux yang dipakai, LTSP untuk membangun client nya. Alasan penggunaan edubuntu ini adalah:
- Edubuntu merupakan salah satu distro yang sudah berisi program-program pendidikan seperti gcompris, kalzium, kstars, kpercentage, dsb
- Instalasi mudah, memakan waktu yang relatif singkat
- Paket program dapat ditambah karena didukung oleh Ubuntu Canonical
- dukungan komunitas luas
- memiliki program pendukung LTSP (Linux Terminal Server Project)
Latar Belakang di gunakan LTSP di Laboratorium Komputer Mujahidin adalah:
- Komputer client yang tidak seragam, dan dijuluki dengan lab.komputer “JI SAM SOE” bukan berarti dapet sumbangan dari pabrik rokok tersebut, tetapi Jenis Pentiumnya adalah P-2, P-3 dan P4.
- Software yang terinstal semuanya adalah asli windows bajakan.
- Komputer server dengan spec cukup mendukung namun tidak berfungsi secara optimal.
- Pengguna lab tersebut mulai tingkat TK , SD dan SMP, yang masing-masing mempunyai kurikulum pengajaran yang berbeda.
Permasalahan yang dihadapi sebelum menggunakan Linux EDUBUNTU +LTSP adalah:
- Masalah kurikulum dengan kondisi lapangan yang tidak sesuai. Misalnya TK sudah diberi aplikasi MS-Word padahal di SMP juga diberikan materi tersebut. Akhirnya terjadi overlaping materi. Masalah yang kedua adalah penyampaian tentang materi UU HAKI tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, peserta didik diajarkan jangan melanggar HAKI namun perangkat yang digunakan masih ilegal dan melanggar HAKI.
- Sering terinfeksi viruskomputer, yang mengganggu jalannya proses pembelajaran gara-gara komputer macet/hang.
- Sistem Operasi yang diinstall tidak seragam karena arsitektur hardwarenya juga tidak seragam.
- Ada rasa was-was kalo sampai terkena razia software bajakan.
Setalah Implementasi tersebut dilaksanakan, masalah-masalah tersebut di atas dapat dihilangkan. Karena kesesuaian kurikulum dengan perangkat yang ada telah terpenuhi, jadi boleh dibilang tidak ada overlaping lagi mengenai masalah materi yang disajikan pada peserta didik. Virus komputer tidak lagi muncul dan sistem operasi yang dipakai sudah seragam karena terpusat di server dan relatif stabil, dan yang paling penting adalah tidak ada rasa was-was dalam mempergunakan software yang nyata-nyata free, legal dan stabil.
Sekarang tinggal UPGRADE SDM para pengajarnya agar lebih familiar dengan sistem operasi LINUX, sekaligus memberi wawasan bahwa sistem oprasi di dunia ini tidak hanya satu, melainkan ada yang lain yang lebih bermanfaat dan murah, karena tidak perlu membayar lisensi.
Harapan dari proyek ini adalah, mengenalkan LINUX dan OpenSource sejak usia dini untuk menyelamatkan mental anak bangsa, agar lebih kreatif dan inovatif dan tidak tergantung hanya pada satu produk tertentu. Sebab ketergantungan pada sesuatu bisa menimbulkan hal-hal yang bersifat negatif . Sebagai contoh pembajakan yang sekarang marak terjadi di tanah air kita, merupakan jalan pintas untuk mendapatkan produk tersebut karena sudah kecanduan,mau beli tidak mampu akhirnya jalan terakhir adalah dengan cara-cara yang melanggar hukum dan undang-undang yang berlaku.