Feed on
Tulisan
Komentar

Melihat perkembangan teknologi yang kian menggila dan merambah di segala lini kehidupan, seolah tidak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan. Dulu sistem administrasi sekolah masih sangat sederhana, dan dipercayakan pada seorang staff TU. Perangkat yang dibutuhkan hanya mesin ketik mekanik dan beberapa mesin cetak manual.

Demikian juga dengan sistim pembelajaran di sekolah, materi yang disampaikan oleh guru kepada murid sangat tradisional sekali (mungkin sekarang juga masih ada). Papan tulis dan kapur senantiasa menemani sang guru dan murid dalam proses belajar mengajar.

Sejalan dengan perkembangan jaman, papantulis mulai tergeser dengan witheboard dan mesin ketik mulai berganti dengan yang elektrik. Dan sampailah pada sebuah perkembangan yang sangat cepat dimana semua sarana tersebut berubah menjadi serba komputer. Mulai dari ruang Administrasi sekolah, ruang kepala sekolah, sampai ruang kelas, semua tak luput dari perangkat teknologi yang satu ini. Whiteboard tergantikan dengan LCD proyektor, mesin ketik menjadi komputer dan printer. Bahkan ada satu teknologi lagi yang menjadikan perpustakaan sekolah tergantikan dengan Internet.

Semua sarana dan perangakat tersebut di atas dapat dibeli dan diwujudkan oleh lembaga sekolah. Namun yang patut di sayangkan adalah pengadaan perangkat dan sarana tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan mutu dan kualitas SDM warga sekolah. Teknologi Informasi di lingkungan sekolah seolah hanya dikuasai oleh seorang guru IT saja. Padahal guru, staf karyawan TU dan khususnya siswa juga berhak atas pemanfaatan sarana dan perangkat tersebut.

Oleh sebab itu selayaknya bagi sekolah yang sudah menerapkan sistem IT dalam kegiatan sehari-hari, hendaknya memiliki sebuah Tim IT.  Tim ini bisa beranggotakan warga sekolah seperti kepala sekolah, guru, TU  dan Komite Sekolah. Yang di lakukan oleh tim ini adalah membangun mutu SDM dan memanfaatkan teknologi IT secara maksimal untuk kepentingan proses pendidikan di sekolah. Seperti peningkatan layanan data sekolah, kurikulum, pembelajaran di ruang kelas hingga  perpustakaan. Guru mata pelajaran non TI akhirnya bisa memanfaatkan sarana dan perangkat TI secara mandiri, tidak selamanya bergantung pada guru TI atau TU jika akan memanfaatkan perangkat tersebut. Wawasan guru dan siswa lebih luas dengan adanya perpustakaan maya yang bisa diakses melalui internet. Komite Sekolah juga bisa mengetahui kondisi dan perkembangan sekolah secara online dan masih banyak lagi manfaat yang lainnya. Pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat akan memberikan dampak yang positif bagi penggunanya.

Disamping itu perawatan/maintenance juga diperlukan untuk menekan cost anggaran belanja sekolah. Sebab banyak sekolah yang bisa membeli perangkat IT (atau dapat sumbangan pemerintah) tetapi pemanfaatannya tidak maksimal, apalagi perawatan/maintenance nya kurang diperhatikan. Sehigga hal tersebut membebani anggaran belanja sekolah, yang ujung-ujungnya dibebankan kepada siswa.

Untuk itu sudah saatnya Tim IT Sekolah dibentuk oleh sekolah-sekolah yang telah menggunakan sarana tersebut. TOSS yang peduli dengan pendidikan dalam hal ini bersedia membantu meningkatkan mutu SDM warga sekolah dengan mengadakan kegiatan seperti workshop, roadshow dan konsultasi mengenai pembentukan Tim IT di sekolah.

Pendidikan adalah modal utama sebuah bangsa untuk melangkah menuju bangsa yang berwawasan dan bermoral.

TOSS dengan dukungan dari YPLI (Yayasan Penggerak Linux Indonesia), Yayasan Air Putih dan Team Ubuntu.or.id akan mengadakan serangkaian acara roadshow dengan tema ” Linux Roadshow untuk Pendidikan” yang diadakan serentak seluruh Indonesia mulai bulan Mei sampai Juli 2008.

TUJUAN KEGIATAN

1.Mengenalkan kurikulum TIK berbasis Linux.
2.Mensosialisasikan penggunaan perangkat lunak legal berbasis Linux untuk pendidikan.
3.Memotivasi para guru dan pengelola lembaga pendidikan untuk menerapkan kurikulum berbasis Linux dan    menggunakan Linux untuk pekerjaan dengan komputer sehari-hari.
4.Memberikan pengertian keuntungan-keuntungan Operating System Linux dan Open Source Software.
5.Memberikan wacana solusi murah dalam membangun infrastruktur Teknologi Informasi barbasis Linux pada    dunia pendidikan.
6.Membangun jaringan pengguna (lembaga pendidikan), penulis/penerbit buku, dan penyedia dukungan teknis    Linux untuk pendidikan.

SASARAN KEGIATAN
Sasaran dari kegiatan ini masyarakat pada umumnya dan secara khusus adalah praktisi pendidikan kota Surabaya yang meliputi kepala sekolah serta guru SD, SMP dan SMA se-Surabaya.

NAMA KEGIATAN
“ Mengenalkan LINUX dan Open Source Software pada Dunia Pendidikan ”


BENTUK KEGIATAN

1. Presentasi, demo, dan diskusi tentang manfaat Linux untuk pendidikan.
2. Presentasi dan diskusi tentang kurikulum TIK berbasis Linux, buku, LKS (Lembar Kerja Siswa), pengelolaan      laboratorium komputer, dan lain-lain.
3. Diskusi tentang dukungan komunitas Linux untuk pendidikan, seperti YPLI (Yayasan Penggerak Linux Indonesia),     KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) di setiap kota, BlankOn/Ubuntu Indonesia, Yayasan Air Putih, MGMP     (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), asosiasi pengusaha di bidang TIK, dan lain-lain.

Jadwal dan Tempat Roadshow
1.Roadshow akan dilangsungkan mulai 1 Mei 2008 hingga 31 Juli 2008, dan dapat diperpanjang sesuai    kebutuhan masing-masing kota.
2.Roadshow akan dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia, antara lain (yang sudah memiliki panita lokal): Aceh,    Bandung, Balikpapan, Bogor, Cianjur, Cikarang, Cilegon, Gresik, Jakarta, Makassar, Mataram, Medan, Muna,    Pekanbaru, Pontianak, Purworejo, Semarang, Surabaya, Tuban, Tulungagung, Yogyakarta.

3.Jumlah kota penyelenggara (Panitia Lokal) masih akan terus bertambah sampai batas akhir roadshow yaitu 31 Juli 2008.

Penyelenggara

Pengarah:
1.Ketua Yayasan Penggerak Linux Indonesia, Rusmanto
2.Ketua Komunitas Ubuntu Indonesia, Andi Darmawan
3.Ketua Yayasan Air Putih, Imron Fauzi

Panitia Pusat (Jakarta):
1.Alamat Darat: Jl. Mampang Prapatan X No. 4 Jakarta Selatan 12790. Telp 021 93740960, Fax: 021 7874225.
2.Alamat Internet: http://groups.google.com/group/roadshow-linux
3.Ketua : St Sabri
4.Sekretaris : Ainul Hakim
5.Bendahara : Resza Ciptadi

Panitia Lokal (Surabaya):
1.Alamat Internet: http://tossprojects.wordpress.com    e-mail : toss_projects@linuxmail.org
2.Ketua : dr. Dicky B. Widyatmoko (031-60707024)
3.Sekretaris : Anas Fauzi, S.Pd. (031-60301974)
4.Bendahara : Julia
5.Seksi-seksi : Ali Mukhtar
Wahyu B.P

Untuk Lokal Surabaya, Roadshow ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 - 21Juni 2008. Bertempat di berbagai sekolah, lembaga atau instansi pendidikan yang bersedia sebagai tuan rumah untuk  menggelar acara tersebut.

Sekolah, lembaga atau instansi pendidikan yang berminat bisa kontak langsung dengan panitia lokal surabaya.

Assalamualaikum wr.wb.

Diumumkan kepada segenap linuxer, khususnya para aktivis milis ini, bahwa pada :

Hari/tanggal     : Sabtu, 29 Maret 2008
Pukul                 : 18.00 wib (kondional-tergantung cuaca)
Acara                 : “Linux Gathering” atau Cangkruk Bareng atau pake istilah apa
                              terserah.. :-)
tema                  : “langkah & pergerakan opensource di Surabaya”
Tempat             : “WARNET KAMPOENG CYBER” (see at www.kampoengcyber.com
                              for detail location)
Bintang tamu   : Bapak Rusmanto Maryanto (Ketua YPLI dan Pimred majalah InfoLinux
                             dari Jakarta), dan insya Allah menghadirkan juga tokoh-tokoh Pendiri
                             KLAS.

Yang berminat segera konfirmasi ke:
1. Mas Arie - 031 7061 6099
2. Mas Dicky- 031 6070 7024
3. Cak Anas - 031 6030 1974

Kurang lebihnya mohon maaf, Sekian terima kasih.

wassalam.

cak Anas.

Setelah team TOSS menggarap selama kurang lebih dua minggu, akhirnya berhasil mengimplementasikan penggunaan linux di laboratorium komputer milik SMP Mujahidin Surabaya.

 

Projects yang dimotori oleh Anas Fawzie (CAK ANAS) ini menggunakan edubuntu sebagai distro linux yang dipakai, LTSP untuk membangun client nya. Alasan penggunaan edubuntu ini adalah:

 

  1. Edubuntu merupakan salah satu distro yang sudah berisi program-program pendidikan seperti gcompris, kalzium, kstars, kpercentage, dsb
  2. Instalasi mudah, memakan waktu yang relatif singkat
  3. Paket program dapat ditambah karena didukung oleh Ubuntu Canonical
  4. dukungan komunitas luas
  5. memiliki program pendukung LTSP (Linux Terminal Server Project)

Latar Belakang di gunakan LTSP di Laboratorium Komputer Mujahidin adalah:

 

  1. Komputer client yang tidak seragam, dan dijuluki dengan lab.komputer “JI SAM SOE” bukan berarti dapet sumbangan dari pabrik rokok tersebut, tetapi Jenis Pentiumnya adalah P-2, P-3 dan P4.
  2. Software yang terinstal semuanya adalah asli windows bajakan.
  3. Komputer server dengan spec cukup mendukung namun tidak berfungsi secara optimal.
  4. Pengguna lab tersebut mulai tingkat TK , SD dan SMP, yang masing-masing mempunyai kurikulum pengajaran yang berbeda.

Permasalahan yang dihadapi sebelum menggunakan Linux EDUBUNTU +LTSP adalah:

  1. Masalah kurikulum dengan kondisi lapangan yang tidak sesuai. Misalnya TK sudah diberi aplikasi MS-Word padahal di SMP juga diberikan materi tersebut. Akhirnya terjadi overlaping materi. Masalah yang kedua adalah penyampaian tentang materi UU HAKI tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, peserta didik diajarkan jangan melanggar HAKI namun perangkat yang digunakan masih ilegal dan melanggar HAKI.
  2. Sering terinfeksi viruskomputer, yang mengganggu jalannya proses pembelajaran gara-gara komputer macet/hang.
  3. Sistem Operasi yang diinstall tidak seragam karena arsitektur hardwarenya juga tidak seragam.
  4. Ada rasa was-was kalo sampai terkena razia software bajakan.

Setalah Implementasi tersebut dilaksanakan, masalah-masalah tersebut di atas dapat dihilangkan. Karena kesesuaian kurikulum dengan perangkat yang ada telah terpenuhi, jadi boleh dibilang tidak ada overlaping lagi mengenai masalah materi yang disajikan pada peserta didik. Virus komputer tidak lagi muncul dan sistem operasi yang dipakai sudah seragam karena terpusat di server dan relatif stabil, dan yang paling penting adalah tidak ada rasa was-was dalam mempergunakan software yang nyata-nyata free, legal dan stabil.

Sekarang tinggal UPGRADE SDM para pengajarnya agar lebih familiar dengan sistem operasi LINUX, sekaligus memberi wawasan bahwa sistem oprasi di dunia ini tidak hanya satu, melainkan ada yang lain yang lebih bermanfaat dan murah, karena tidak perlu membayar lisensi.

Harapan dari proyek ini adalah, mengenalkan LINUX dan OpenSource sejak usia dini untuk menyelamatkan mental anak bangsa, agar lebih kreatif dan inovatif dan tidak tergantung hanya pada satu produk tertentu. Sebab ketergantungan pada sesuatu bisa menimbulkan hal-hal yang bersifat negatif . Sebagai contoh pembajakan yang sekarang marak terjadi di tanah air kita, merupakan jalan pintas untuk mendapatkan produk tersebut karena sudah kecanduan,mau beli tidak mampu akhirnya jalan terakhir adalah dengan cara-cara yang melanggar hukum dan undang-undang yang berlaku.

TOSS (Team Open Source Surabaya) adalah team yang berupaya untuk menyebarkan penggunaan linux di Jawa Timur pada umumnya, dan Surabaya pada khususnya.

 

Sasaran utama dari TOSS Projects adalah Sekolah - Sekolah baik tingkat dasar, menengah pertama, dan menengah akhir.

 

Tujuan akhir dari TOSS Projets ini adalah nantinya diharapkan semua sekolah dapat menggunakan sistem operasi maupun software berbasis open source sehingga sekolah tersebut dapat berkembang lebih baik, mendapatkan output siswa yang berwawasan dan tidak bingung mengenai pelanggaran HaKI.